Hisablah diri,sebelum kita di Hisab

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(QS. 50:18)

Ketika membaca surat diatas, ada yang bergetar, bergemuruh bahkan menghadirkan rasa takut ketika kita menyadari bahwa tidak ada satu ucapanpun yang keluar dari mulut ini yang tidak tercatat oleh malaikat, ketika kita sadari bahwa tidak ada satu perbuatanpun yang kita lakukan luput dari catatan malaikat, mungkin kita telah lupa dengan apa yang kita katakan telah menyakiti hati yang mendengar tapi semua catatan terjaga dan tercatat dalam buku catatan amal, Karena ada dua malaikat pencatat yang tak pernah lalai mengawasi gerak-gerik mulut mungil kita ini…Terbayang berapa ribu kata dan berapa ratus kalimat terlontar dari bibir kita ini, mungkin ada berpuluh yang menyakiti, ada nada sombong didalamnya, mungkin ada suara merendahkan lawan bicara kita dan mungkin ada suara suara yang jika kata kata itu dialamatkan ke kita maka kita sendiri tak akan mau mendengarnya tapi dengan enteng mungkin kita lontarkan bak meteor meluncur kepada lawan bicara kita… nauzubillahimindzalik

Ustadzku bilang ”Kelak nanti di Hari Kiamat setiap kita akan melihat rekaman dari perbuatannya selama di dunia. Gak akan ada yang dapat mengelak, semua akan diliputi kegundahan dan rasa takut, kecuali orang-orang mukmin, maka mereka mendapatkan curahan rahmat dari ALLAH karena ketaatan mereka kepada-NYA” … Dahsyat kan? Gak mau kan hidup kita sia sia ketika amal perbuatan kita yang baik harus terkikis untuk membayar kata kata yang gak sepantasnya tadi

Hisablah diri kita sebelum dihisab, hitung hitunglah lagi berapa sisa umur kita yang akan kita pergunakan untuk memberatkan timbangan pahala,

Imam Ibnu Katsir berkata, “Dan hitunglah diri kalian sebelum nanti dihitung, lalu lihatlah apa yang telah kalian siapkan berupa amal shalih untuk bekal hari kepulanganmu dan menghadap ALLAH…”

Bukankah napas pasti akan berhenti kan? hanya masalah waktu, jadi jangan tunggu esok untuk berhenti menyakiti dengan kata kata yah, kalau esok bukan milik kita lagi? kan habis waktu kita untuk menghitung hitung dan membayarnya kan?

Andrean EL-Fachri

Maba LDK NURUL ILMI UNAS

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.