Gerimis Menyisakan Embun
Sesungguhnya Rabbmu itu pemalu lagi pemurah, merasa malu apabila tidak mengabulkan doa kepada hambaNYA yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa lalu dikembalikan kosong.. [HR Muslim]
Iya, janganlah berputus asa ketika belum ada satupun doa yang terkabulkan, ketika musibah demi musibah seolah menjadi jawaban atas doa yang bukan ini yang kita inginkan, ketika kehilangan demi kehilangan justru yang terjadi, ketika hantaman sangat keras bak godam mengisi hari hari, ketika harta hilang, ketika keluarga tak ada lagi disisi, ketika semua yang dalam genggaman seketika hilang dan tanpa sisa, ketika semua tak ada yakinlah bahwa itulah ladang ibadah sabar, sumur ikhlas…
Tetap shalatlah dengan khusyu dan tumpahkanlah segala sesak, jangan marah kepada yang memberi cobaan sungguh ini adalah ujian dan berdoalah dengan penuh harap, rendah diri, dan suara perlahan, hantarkan semua doa dengan bahasa yang mudah engkau mengerti, dan janganlah sungkan karena ALLAH mengerti semua bahasa bahkan bahasa qalbu, sesungguhnya ALLAH tidak pernah jauh, DIA begitu dekat, sangat dekat, mampukah kita menangkap keberadaanNYA…
ALLAH ada disini, melihat saya menulis untuk kita semua disini… ALLAH ada disini melihat kita semua, yang sedang meresapinya … Dengarkan suara hati kita dan kita akan tahu bahwa ALLAH ada disini, bersama kita semua, dan semakin dekat dengan orang orang yang sabar, semakin dekat kala hati menjerit menahan luka, dan DIA maha menolong hamba hamba
Tulisan ini untuk saudara saudara kita yang sedang diuji dengan kehilangan demi kehilangan akibat jebolnya danau Situ Gintung Cirendeu … innalillahi wa inna illahi rajiun, dan kita semua menangis untuk kita, dan kita berdoa agar selalu ada kekuatan, karena kita percaya ALLAH ada disini dan kita percaya bahwa Gerimis akan menyisakan Embun yang sejuk dan menghibur jiwa, SELALU..
bukankah tak ada yang abadi didunia ini, perih tak abadi, derita tak abadi seperti bahagia juga tak abadi, dan akan selalu tersisa embun…
Bila waktu telah berakhir, teman sejati hanyalah amal…
Bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggallah sepi…
Andrean El-Fachri
LDK Nurul Ilmi Unas